Keberagaman Flora dan Fauna Indonesia
Banyak faktor yang menyebabkan kaya dan beragamnya flora dan fauna di Indonesia, seperti iklim. Iklim memiliki peranan penting bagi persebaran flora dan fauna di setiap daerah. Dalam iklim terdapat faktor kelembaban, suhu udara, dan angin. Kelembaban udara dan suhu udara sangat penting bagi pertumbuhan fisik tumbuhan, sedangkan angin dapat mempengaruhi proses penyerbukan pada tumbuhan.
Sebagai contoh, tumbuhan yang berada di iklim tropis akan tumbuh subur
sepanjang tahun karena memiliki sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Jika
tumbuhan dapat hidup dengan baik di suatu daerah maka akan memancing
hewan-hewan untuk datang, karena tumbuhan merupakan bahan makanan yang penting
bagi sebagian besar hewan. Bukti dari pernyataan tersebut dapat dilihat dan
dibandingkan antara daerah dengan curah hujan tinggi seperti Indonesia
dibandingkan dengan daerah gurun yang curah hujannya sangat kecil.
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan
keanekaragaman flora dan fauna daerah gurun.
Faktor penyebab kaya dan beragamnya flora dan fauna di Indonesia adalah
tanah. Tingkat kesuburan tanah, suhu tanah, dan daya serap
air berpengaruh pada baik tidaknya tumbuhan. Tentunya pertumbuhan
tanaman di daerah yang tingkat kesuburan tanah, suhu tanah, dan daya serap
airnya baik akan berbeda dengan daerah yang tingkat kesuburan tanah, suhu
tanah, dan daya serap airnya kurang baik. Contoh perbedaan yang
dikarenakan karakteristik kondisi tanah ini dapat dilihat
dan dibandingkan antara hutan di Kalimantan yang subur dengan hutan
di Nusa Tenggara.
Air juga merupakan faktor penting yang menyebabkan kaya dan beragamnya
flora dan fauna di Indonesia. Perannya yang dapat menyerap, melarutkan, dan
membawa makanan yang dibutuhkan tumbuhan sangat penting bagi hidup tumbuhan.
Flora yang ada di daerah dengan curah hujan yang rendah memiliki keanekaragaman
yang juga rendah dibandingkan dengan daerah yang memiliki curah hujan tinggi.
Selain iklim, tanah, dan air yang merupakan faktor abiotik, ada juga faktor biotik yang mempengaruhi kaya dan beragamnya flora dan fauna di Indonesia, yakni manusia. Manusia dengan ilmu dan pengetahuan serta teknologi yang dimilikinya dapat mengembangkan varietas atau jenis-jenis flora dan fauna baru. Begitu juga dengan tingkat mobilitasnya (pergerakan), manusia bisa membawa dan menyebarkan flora dan fauna dari daerah satu dengan yang lain.
Di sisi lain, manusia juga
mempengaruhi keberlangsungan hidup flora dan fauna. Pembangunan rumah,
pembukaan lahan, penebangan besarbesaran, perburuan liar serta pencemaran lingkungan
adalah contoh perilaku dan sikap manusia yang bisa mengancam keberadaan dan keberlangsungan
hidup flora dan fauna. Faktor biotik selain manusia adalah hewan dan tumbuhan
itu sendiri. Hewan dan tumbuhan juga dapat mempengaruhi keragaman flora dan fauna.
Misalnya, dilihat dari rantai makanan dan sistem penyerbukannya.

Nama : erlangga eza zuda prasetya
BalasHapusSaya sudah membaca dan menulis materi
Nama: Ledi sava afifah
BalasHapusSaya sudah membaca
Lukcy tengku daffa anamsyah
BalasHapusSaya sudah membaca dan menulis
nama: melinda aulia zahra
BalasHapussaya sudah membaca dan menulis
nama: yoga pratama
BalasHapussaya sudah membaca dan menulis
Nama :Johan ardiansah
BalasHapusSaya sudah membaca
Saya sudah membaca dan nenulis
BalasHapusNama: Melinda Ayu Andira
BalasHapusSaya sudah membaca dan menulis
Nama:danu muhamad rizal
BalasHapusSaya sudah membaca